Tahapan Memulai Riset

Cihhh, judulnya nggak nguati :p

Ini juga hasil diskusi dari teman lalu sekalian diposting public agar dapat dimanfaatkan banyak orang dengan gratis, terutama bagi calon2 researcher yang masih galau topik dan research questions πŸ˜€

Berikut lesson learned yang kudapat untuk scope penelitian kuantitatif di bidang Informatics dan Information Systems.. Monggo kerso untuk menambahkan..

Baca paper-paper 5 tahun terakhir. Kenapa? karena kita akan membuat something yang baru, belum ditemukan orang saat ini, dimana saat kita memulai riset, bisa jadi ada orang lain yang sudah akan selesai risetnya dan bersiap publikasi. Klo pas sama kembar dengan punya kita piye? Itulah, wkwkwk.. apes namanya..

Oleh karena itu biasanya common knowledgenya adalah 5 tahun terakhir. Untuk membatasi besarnya kemungkinan apes tersebut πŸ˜€

Baca paper yang berkualitas saja, eman2 waktu kita jika digunakan untuk membaca paper abal2 dan misleading. Cara paling gampang untuk membatasi paper ini adalah cari paper yang scopus indexed dan hindari proceeding.

Ini pasti nanya kenapa lagi kan? hehehehe.. biasanya proceeding adalah tempat publikasi yang bertujuan untuk menjaring aspirasi dari dialog langsung tatap muka. Sehingga kebanyakan (walaupun tidak semua) artikel yang diunggah di prosiding belum 100% jadi. Jika kita perhatikan benar2, akan banyak tipe artikel yang bisa diterima oleh suatu konferensi (prosiding adalah dokumen hasil konferensi). Termasuk diantaranya tipe doctoral consortium, short paper, literature review yang belum benar2 menunjukkan ‘penelitian’ mereka sesungguhnya. Ibaratnya, baru ujungnya doang.

Sedangkan apabila kita ingin mencari topik dan research question untuk tesis, kita idealnya akan mencari sesuatu yang sudah proven oleh experts lalu membangun pertanyaan dari situ. Maka, sebaiknya kita menggunakan Jurnal. Jurnal adalah kumpulan artikel (atau paper) yang diterbitkan secara reguler oleh suatu lembaga riset yang berpengalaman dan bebas kepentingan. Ha ha ha, lalu ngelirik Jurnal SISFO *pletak*

Scopus adalah suatu badan yang bertujuan untuk memilih jurnal2 yang berkualitas (pada umumnya, walaupun tidak selalu). At least, kalau sudah scopus indexed artinya sudah ada third party yang memberi cap ‘qualified’ pada artikel yang akan kita baca. Ini lumayan membantu kita yang awam untuk menyortir paper bagus dan tidak.

Trus saya jadi baper, karena paper yang saya publish belum ada yang scopus indexed *nangisdipojokan*

Pertama, baca judul, abstrak dan keyword.
Lalu tentukan apakah paper tersebut masuk kategori ‘layak disimpan’ atau ‘layak dibuang’ πŸ˜€
Kita sendiri sih yang bisa merasakan, apakah kira2 masuk dengan kesukaan kita atau tidak. Saya lebih menyarankan untuk membangun riset dari ‘preferensi’ ketimbang ‘trending’. Karena saya tidak tahan untuk tetap ‘utek-utek’ terhadap hal-hal yang tidak saya minati dari awal 😦 Bagaimana dengan anda, saya yakin ada yang berbeda dan lebih memilih ‘trending’. FYI, sesuatu yang trending akan memudahkan kita untuk mencari paper, karena jumlahnya akan beragam termasuk metode dan kasus nyatanya πŸ™‚

Gunakan Reference Manager untuk membuat folder2 ‘layak disimpan’ dengan kategori2 tertentu. Saya menggunakan Mendeley Desktop App karena mudah dan UI nya simple ndak ngerepoti :p

– Sekarang anda sudah punya satu folder yang entah apa namanya, untuk menyimpan paper2 berkualitas dan ‘layak disimpan’. Amati nama Journal nya, liat volumenya (semakin besar angka volume semakin recommended, tandanya jurnal tersebut sudah tua dan berpengalaman di bidang tsb) please mark those journals.

– Ambil satu persatu jurnal dalam folder tersebut dan langsung jujug ke further research (saran penelitian berikutnya), ini terletak di sebelum daftar pustaka. Sekitaran conclusion. Cari permasalahan yang belum dia tackle, bisa jadi itu calon ‘gap’ untuk tesis kita.

– Butuh baca sekitaran 50-70 paper dan menemukan sekitaran 15-20an paper yang masuk folder ‘layak disimpan’ buat meyakinkan posisi riset kita. Bisa jadi lebih, klo topiknya umum dan banyak diminati.

– Jika sudah megang paper2 idaman, liat profil penulisnya, stalking google scholarnya, biasanya dia punya paper2 atau tulisan2 yang tidak dia publish namun jadi interest dia. Dimana interest dia sekarang sudah sama dengan interest kita πŸ™‚ πŸ™‚

Itu sih tipsnya, oya sama sering2 baca ini biar nggak jadi calon mahasiswa galau :p xixixi..

Adios!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s