One year in Dublin

Tepat pada hari ini setahun yang lalu, kami bertiga bermodal nekat berangkat dini hari dari Surabaya menuju Dublin.

Bagaimana tidak dibilang nekat? saat itu, kami baru saja menimang bayi kecil yang masih baru genap 3 bulan dengan berat badan sekitar 5kg. Bayi yang sudah ditunggu-tunggu kedatangannya setelah 2 tahun usia pernikahan kami.

Bagaimana tidak dibilang nekat? saat itu, semua biaya transportasi dan akomodasi masih nol dari penyedia beasiswa, dimana hanya Allah saja yang tahu apakah penyedia beasiswa ini akan amanah dengan memberi reimburse atau tidak. Sementara proses seleksi hanya sebatas administrasi dan kelengkapan dokumen via email saja, tidak pernah ada tatap muka dengan pemberi beasiswa. Alamat korespondensi pun tidak ada yang berada di Indonesia, paling dekat Saudi Arabia atau Amerika Serikat. Kalau pun ada apa-apa, kami hanya bisa mengadu kepada sajadah saja.

Setahun lamanya di kota ini, kami tidak pernah berpergian jauh ke luar kota. Ingin sekali rasanya kami berkelana mendaki gunung, melihat national park di kota seberang, atau mengunjungi sanak saudara baru setanah air disini. Namun, keinginan itu selalu saja terkalahkan oleh hitung-hitungan uang, dinginnya suhu atau tugas-tugas yang menumpuk. Paling jauh, kami hanya mengunjungi pantai di distrik perbatasan kota dublin. Sebutlah kami kuper, terlalu hemat atau terlalu banyak perhitungan untuk melangkah jauh, kami sudah biasa.

Tujuan dari awal kami melangkah kemari hanya untuk melihat dunia, bertemu dengan orang-orang yang sebelumnya hanya bisa kami lihat di layar kaca, melihat bahwa ada manusia bermata biru, berambut pirang, berbahasa baru.

Kami tidak kaya, tidak pintar, juga tidak bijak. Kami sering salah mengira, salah melangkah, salah menerka. Kami hanyalah anak-anak pembelajar kehidupan duniawi yang mencoba melihat dari berbagai sisi, walaupun terkadang buram dan tak selamanya senang.

Seringkali orang melihat bahwa kami selamanya bahagia telah menjejakkan kaki kemari. Kami hanya bisa tersenyum mengamini. Lantas pada akhirnya, mereka juga tahu bahwa kami sebenarnya sama saja, hanya saja lebih sering ditempa atau mungkin, bisa juga tidak.

Ini hanya catatan kecil dari kami, yang tepat setahun kami jauh dari ibu pertiwi.

12042668_10206972956235964_5413629389336979471_n

:*

We only have each other, just you and me, what are we gonna do?
Do you want to build a snowman?

Advertisements

4 thoughts on “One year in Dublin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s