How to survive in Dublin, Ireland – Step by Step

Hai kawan semua yang ada di Indonesia dan sedang cari-cari informasi soal Irlandia, atau tepatnya Dublin, ini hasil ringkasan saya selama 4 bulan tinggal di Ibukota Irlandia.Β Bukan berarti saya sudah berhasil survive disini, huhuhu.. masih perlu banyak berguru sama manusia-manusia tahan banting yang sudah lebih dulu eksis keluar dari zona nyaman.

But anyway, karena dulu saya belajarnya sama mas dan uni dari lesson learned tacit knowledge mereka, alangkah membantunya bila kini kita buat dengan explicit πŸ™‚

Berikut ini adalah urut-urutan yang harus diurus setelah sampai di Irlandia (mungkin bisa berbeda untuk yang tidak tinggal di Dublin). Urutan ini bukan berdasarkan tingkat penting tidaknya, melainkan berdasarkan urutan pengurusannya. Alias, harus punya nomor 1 dulu baru bisa ngurus nomor 2. Begitu pula seterusnya.

1. Proof of Address
Pertama dateng kesini, baru sebulan kemudian saya dapet proof of address. Kebayang kan, gimana efek dominonya ke pengurusan birokrasi berikutnya yang baru bisa diurus klo ada proof of address (bukti alamat). Intinya ini dokumen bermakna “kemana pemerintah Irlandia harus mencari saya, apabila terdapat hal-hal yang genting“.
Untuk pelajar, proof of address didapatkan dari Universitas. Sedangkan untuk businessman dapet dari kantor. Atau yang lain bisa dapet dari tagihan listrik apartemen. Isinya antara lain deklarasi bahwa si X memang benar adalah pelajar di Univ Y (bila pelajar).
Proof of address dari kampus pun ada 3 jenis (buset!), padahal awalnya saya mengira bahwa di negara maju itu gak rumit lho. Tapi emang gak ribet sih, karena alurnya sudah jelas dan tidak ada oknum2 yang membuat jadi tidak jelas πŸ˜€
Tiga jenis itu adalah
– Proof of Address basic (berlaku selama jadi mahasiswa di Univ Y)
– Proof of Address khusus untuk buka rekening di bank (bedanya cuman tanda tangannya asli, gak scan, serta ada kata2 ‘to open bank account’)
– Proof of Address GNIB/Re-entry Visa (ini sama kayak basic, cuman sudah tidak berlaku apabila lebih dari 3 hari setelah cap stempel, asooy banget!)

2. ID Card
Bagi mahasiswa, ID Card adalah hal yang wajib dibawa kemana-mana. Kalo di Indonesia, KTM kayaknya cuman dikeluarin pas mau pinjem buku ato malah pas mau lulus doang, buat disetor (hiks). Tapi klo disini bisa buat
– Dapetin Diskonan! Yippiiee! Belanja di Asia Market Drury Street dengan nunjukin KTM di kasir, bisa dapet potongan 10%. πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€
– Buka pintu kampus. Pintu gerbangnya sih ada banyak di setiap sisi kebuka, tapi buat masuk ke lab, perpus dan ruangan2 di dalemnya, kudu wajib ngetap ID Card. Biasanya ini sepaket ama Proof of Address dapetnya.
Oh iya! kelupaan, klo ilang ada biaya replacementnya 20 EUR! >.< pas saya nanya kenapa di charge, mereka bilangnya sih buat disetor ke GARDA (kepolisian), karena klo disalahgunakan sama yang nemu ID Card kita, langsung ke GARDA urusannya.

3. LeapCard
LeapCard adalah kartu untuk transportasi, bisa buat bis, luas, dart, dkk.
Cara bikin leapcard cukup mudah, ada 3 pilihan cara
– Tinggal dateng ke koperasi kampus, isi form, tunjukin KTM, foto, bayar 10 EUR, beres dah.
– Atau dateng ke Dublin Bus HQ di O’Connell Street, foto, bayar, beres dah.
– Atau via online juga bisa, di sini linknya https://www.leapcard.ie/en/NavigationPages/CardPurchase.aspx, tinggal upload foto, isi form, bayar 10 EUR online trus duduk manis di rumah ntar pak pos yang anter leap cardnya.
Kenapa harus bikin leap card? Tak ada alasan lain selain lebih murah πŸ˜€
Setelah menganalisis pengeluaran disini, Transportasi cukup berkontribusi dalam pengeluaran dominan ya buuk, uhuk. Jadi klo ada cara untuk dapetin yang lebih murah dan halal, kenapa enggaakk?
Nanti ada scheme nya, mau rambler atau nggak, ada disini perbandingannya http://www.dublinbus.ie/en/Fares-and-Tickets/
Ingat! setelah nerima leap card di tangan, jangan lupa register ke web nya, https://www.leapcard.ie/en/NavigationPages/CardRegistration.aspx untuk apa? Untuk deklarasi klo leapcard dengan nomor sekian itu yang punya saya loh. Jadi klo ilang, saya punya buktinya dan yang paling penting, saldo dan paketan rambler bisa dibalikin πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

4. Bank Account
Bagi mahasiswa, inih hal utama yang harus dimiliki. Tempat buat nerima kucuran duit dari penyangga dana :p
Klo di Dublin, bank yang paling pro ama mahasiswa adalah AIB. Cuman 5 hari kerja aja udah aktif bank account kita. Klo yang lain (ehem) ini bukan black marketing yah, silahkan tunggu ampe balik ke Indonesia lagi ajah :))
Beberapa bank cuma mau Proof of Address yang khusus untuk open bank account. Persyaratan lainnya adalah ID Card dan Passport.

5. Health Insurance
Health insurance ini saya gak bisa kasih referensi banyak, karena health insurance kami sepaket ama beasiswa. Temen-temen sesama mahasiswa yang ada disini biasanya pake health insurance dari AIB karena preminya lumayan murah. Setelah dapet Health Insurance Card, baru bisa ngurus yang namanya GNIB Card.

6. GNIB Card
Gampangannya buat nyebut kartu ini adalah semacam KTP untuk orang dewasa non-EEA yang tinggal lebih dari 3 bulan di Ireland. Peraturannya ada disini http://www.citizensinformation.ie/en/moving_country/moving_to_ireland/rights_of_residence_in_ireland/registration_of_non_eea_nationals_in_ireland.html
Jadi untuk buktikan bahwa kita bukan imigran gelap dan status kita sah disini. Kemana-mana kudu bawa GNIB Card karena pernah nemu ada operasi imigran di kawasan Parnell Street. Pada bederet ituh orang-orang non pribumi sini yang ketauan belum register GNIB trus diajak baris-berbaris sama GARDA πŸ˜€
Persyaratan utama adalah:
– Proof of Address khusus yang untuk GNIB
– Bank Statement buat nunjukin di tabungan kita minimal ada 3000 EUR buat hidup
– Health Insurance
– Paspor
– Bayar 300 EUR (hiks T.T)
Lainnya seperti
– Birth Certificate
– Marriage Certificate
– ID Card
dibawa ajah, buat jaga-jaga.
Khusus untuk mahasiswa, petugas GNIB nya pas bulan-bulan tertentu datengin ke kampus. Jadi kita gak perlu ngantri di Burgh Quay. Atau kalaupun kelewat tanggalnya, kita bisa ambil antrian online yang udah ada jam dan tanggal kedatangannya dari kampus πŸ™‚

——————-
Dua kartu berikut ini optional, saya bikinnya pun karena untuk mendaftarkan Rania imunisasi. Teringat bahwa kita udah pernah bikin surat perjanjian di awal untuk ngurus visa yang isinya tidak akan memberatkan pemerintah negara Irlandia selama kita disini kan? πŸ™‚

1. PPS Card
Entah mengapa, baik daftar onlen maupun dateng langsung ke unit kesehatan yang ada disini selalu ditanya PPS Number 😦 Setelah baca-baca dan tanya-tanya, PPS number ini digunakan untuk mengambil porsi layanan masyarakat yang duitnya berasal dari pajak. Helloo? saya gak bayar pajak, tapi kok boleh menikmati layanan ini?
Itulah, untuk anak under 6 years dan manula diatas 70 tahun bisa ambil PPS secara gratis beserta paket didalamnya. Nah, Imunisasi rania itu ada di dalem paketan under 6 years. Walhasil, saya harus daftar kan, otherwise bayar sekitar 300an EUR buat imunisasi dan waktu tahu saya belum punya PPS number, saya di ping pong ke unit kesehatan lain 😦
Fix, imunisasi Rania jadi telat 2 bulan. Bukan karena ngurus PPS lama, enggak kok, cuma 5 hari, tapi ngantrinya yang 3 minggu sendiri.. Hahahahaha.. disini itu serba terstruktur, mau ngantri aja harus pake onlen ya buuk, dateng langsung gak bakalan digape (diacuhkan) klo gak bawa print-printnan tiket antrian online.
PPS jadi dalam 5 hari, dikirim pak pos ke rumah πŸ™‚
Persyaratan utama adalah:
– Tiket Online versi Cetak
– Isi form di TKP
– GNIB Card bapak, ibu
– Paspor anak, bapak, ibu
– Akta lahir anak
– Akta nikah bapak, ibu
– Alasan mengapa daftar PPS -> daftarin anak imunisasi
– Proof of Address
Ini step by step nya http://www.citizensinformation.ie/en/social_welfare/irish_social_welfare_system/personal_public_service_number.html

2. GP Visit Card
Naaah, ini seru lagi setelah punya PPS number. Awalnya saya mengira bahwa sistem layanan kesehatan di Irlandia ini mewajibkan kita untuk punya GP (dokter pribadi) sebelum imunisasi. Tapi ternyata enggak, cukup bawa PPS number aja ke medical centre dan minta imunisasi bisa. Lalu kenapa saya apply GP Visit Card? Untuk berkonsultasi ke dokternya Rania, bisa sih tanpa ini kartu, cuman bayarnya 50-70 EUR πŸ˜€ klo ada ini kartu bisa gratis untuk anak dibawah 6 tahun :p
Applynya online ada disini http://www.hse.ie/eng/services/list/1/schemes/mc/gpvc/ plus list dokternya, alamatnya dan cara apply ke dokternya (paper based or online). Klo saya prefer dokter yang deket rumah, cewek dan kalo bisa ibu-ibu πŸ˜‰ Biar gak cuman knowledge doang yang dikasih, tapi juga experience πŸ™‚
Oh iya! GP juga punya hak untuk reject application, oleh karenanya klo lebih dari 4 weeks gak direspon ama GPnya, akan mental sendiri aplikasi kita. Pak pos juga ngirimin surat yang isinya adalah GP tujuan kita tidak ada respon, apply lagi di GP yang lain.
Semoga BPJS di Indonesia bakalah keren kayak gini, jadi pajak2 pun tersalurkan secara transparan pada penduduk asli, bahkan orang luar pun bisa menikmatinya πŸ™‚

Betewe klo dibaca-baca lagi, ujung-ujungnya selalu penghematan duit, hehe iya laah.. bukannya kita pelit, tapi kita lagi survive hidup disini dengan keuangan yang terbatas. Rasanya nggak adil ajah, udah keluar dari comfort zone yang anget dan murah di Indonesia buat jauh-jauh kesini, tapi gak dapet ilmu memanage pengeluaran (alesan!), hehe.. ya gitulah, semoga ilmu yang baik-baik dari sini nantinya akan kebawa terus sampai ujung usia πŸ™‚

Postingan ini dibuat berdasarkan tacit knowledge dari:
– Mas Lintang terkempot
– Unie Nanum caem
– Mbak Lina Wati
dan teman-teman lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu πŸ˜‰

Advertisements

6 thoughts on “How to survive in Dublin, Ireland – Step by Step

  1. Thank you buat postingannya!!! Sangat membantu alhamdulillah. Saya rencana pergi kuliah tahun depan Januari 2017 insya allah < 3

  2. kuliah di ucd nihh πŸ™‚ rencana pergi ke situ bulan januari, tapi ada kemungkinan agustus ini summer course dulu 2 minggu disituu πŸ™‚

    kalau info penginapan murah gt ada info ga yaa? hehe thank u πŸ™‚

  3. Mbaaa lia…senengnya nemu blog ini. Saya juga rencana kuliah di ucd sept 2016. Sampai saat ini galau krn liat housing mahal2. Allowance dr sponsor mepet. Ada referensi housing ga mba?oiya klo saya membawa anak 2 thn memungkinkankah? Krn daycare di ucd per bulan 946 euro… gaji saya aja ga cukup buat daycare doank… mohon infonya mba bisa email ke anindita.sari@gmail.com
    Thx a lot mba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s