Mother’s Day

Hari Ibu,

Me and my mom

Me and my mom

Saya jarang menuliskan atau menceritakan tentang ibu saya di blog atau fb. Seringkali hanya bapak and how I admire him in different way. Tapi, begitu interviewer LPDP (again!) menanyakan tentang ibu saya, saya tak kuasa untuk mengambil tisu di depan meja, membiarkan mereka menunggu dalam diam and I told them nothing.

Bukan karena saya tak mengenal ibu saya dengan baik, tapi semakin hari, saya semakin menyadari bahwa saya semakin mirip dengan ibu dalam hal sifat. Beberapa bulan disini, terpisah jauh dari ibu, setiap kali mau tidur, pasti terngiang suara ibu nyuruh-nyuruh apa saja yang belum kubereskan sebelum berangkat tidur.

Viiin! sudah sholat isya belum?
Viiin! kompornya sudah dimatikan belum?
Viiin! sudah sikat gigi belum?

Hapaaaal banget sama nada dan cara ibu mengingatkan 😥

 

I love the way she worried about me.. and please don’t stop doing that to me..

Sekalipun saya sudah melahirkan, tak membuat saya merasa bahwa saya sudah sebanding dengan ibu. Sampai nanti saya punya cucu pun, saya tak pernah akan sebanding dengan ibu.

Ibu yang menelepon hampir setiap hari hanya untuk nanyain
– Bagaimana progress jalan hari ini? (pas kena SPD)
atau
– Visanya udah ada kabar belum? (pas visa tak kunjung keluar)
atau
– IDB udah transfer duit beasiswa belum? (pas transferan duit belum keluar)
atau
– Rania sudah bisa mengkurep belum?
atau
– Rambut Rania sudah tumbuh belum?
atau
– …
– …
– …

It is annoying, yap! But I love it!

Ibu yang nggak jago masak memasak, selalu saja kurang asin (bhaha) dan ketika bapak diam-diam menambahkan garam ke sendok sayur dan mencampurnya.

Ibu yang berusaha agar cucian piring tetap sedikit saat memasak dengan menerapkan azas reusability.

Ibu yang berusaha agar minyak goreng nggak banyak2 kebuang atau kepakai untuk yang kedua kalinya karena karsinogenik.

Ibu yang bilang ‘nggak bisa tidur tadi malem‘ padahal the sounds of her snoring can’t make me sleep :))

Ibu yang the smell of her flatus bisa mengusir nyamuk2 seantero rumah, termasuk orang yang didalamnya.

Ibu yang selalu bilang ‘kamu harus berbeda dengan anak lainnya!‘ when I tried to be similar with other kids.

Ibu yang selalu bilang ‘gak papa, ibu juga gak bisa pelajaran olahraga dan IPS‘ when I got 6 at my report book.

Ibu yang selalu bilang bahwa ‘bekerja untuk perempuan adalah bukan untuk mencari nafkah, melainkan untuk amal jariyah‘ when I called her to say that I am going to resign to care my newborn daughter, then I cancelled it.

Oh, I love her imperfection perfectly, now I am start crying..
..
..
..

Happy mother’s day!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s