Far away from home..

Being far far away from home, is totally change the way I behave or respond to almost everything. I got some lessons in these two weeks. Let me share you in Bahasa Indonesia.

  • Sering disapa sama penduduk setempat. Mereka gak kenal aja senyum-senyum di jalan. Tak ada prasangka. Mbah-mbah disini juga masih lincah, daku kalah lincaah ๐Ÿ˜€

Seringkali mereka menyapa Rania and telling how beautiful she is. Yaaah, walaupun klise tapi mengena di hati. Lain waktu, orang lokal sering sapa โ€˜God bless youโ€™. Jarang denger ya di Indonesia ๐Ÿ˜€ klo sesama muslim, assalamualaikum kan sering ya, tapi klo orang asal lewat di bis, di kereta gak pernah nemu yang tiba-tiba bilang โ€˜Hi! How are you? God bless you!โ€™๐Ÿ˜€

Kalo diterjemahin ke Suroboyoan โ€˜He cak! Piye kabare? Mugo-mugo diberkahi yo!โ€™, ini klo gak konco plek ketemu di warung kopi ya gak mungkin bilang gini, hahahaha..

  • Sekalipun orang sini bahasa nasionalnya pake bahasa inggris, tapi gak ada yang permasalahin masalah grammar, spelling atau dialek. Semua respek dengan asal mereka masing-masing. No grammar neat freak. Tapi karena sama-sama paham dengan yang dibicarakan, gak ada yang bilang โ€˜you should put at least one verb/to be in a sentenceโ€™ ๐Ÿ˜€

Atau gak ada yang bilang โ€˜you misspelledโ€™ atau โ€˜kata tanya harusnya di depanโ€™ or something like that ๐Ÿ˜€

Betapa bahagianya saya, karena saya termasuk para grammar jongkok dan kurang tertib aturan tata bahasa :p

  • Disini, si kaya dan si miskin tidak kentara di depan publik. Semua punya hak akses naik transportasi umum dan perumahan mereka juga rata-rata sama.ย Punya mobil ternyata tidak mencerminkan kondisi finansial mereka, karena mobil harganya nggak mahal-mahal banget (kalo dalam euro ya dibandingin dengan harga kebutuhan pokok atau standar disini :p).

Jadi, punya mobil dikarenakan kebutuhan yang lebih โ€˜mobileโ€™ dan tidak bisa bergantung dengan jadwal bis. Misalnya, sering keluar kota, sering kerja pada jam-jam gada bis.

  • Be respect to everyone! Biasanya di Indonesia, hubungan dosen dengan mahasiswa ya ada batasnya, walaupun dikata seperti orang tua dengan anak. Disini saya bertemu dengan supervisor yang luar biasa baiknya. Di minggu-minggu awal, saat asip belum terkumpul tapi sudah harus masuk kuliah, supervisor saya mencarikan ruangan menyusui yang cuma tiga langkah dari kelas. Jadi pas Rania haus, bunda segera terbang ke ruangan menyusui. And she treats my daughter like her own grandchild ๐Ÿ™‚

Pas konsul pun, yang ditanyai pertama bukan gmn progresnya, tapi keadaan keluarga, Rania, finansial, kesehatan, baru ke topik tesis. Serta, beliau membebaskanku untuk tidak harus stay di lab 35-40 jam/minggu. Namun dia sudah memberiku satu meja kosong di lab.

Hal-hal tak tertulis seperti ini, semoga akan menjadikan teladan untuk saya di kedepannya nanti saat menghadapi mahasiswa.

  • Lalu satu hal lagi, orang sini percayaan, belanja di supermarket itung sendiri bayar sendiri. Naik bis ngetap sendiri, naik kereta juga. Klo pas error ngetapnya ada pintu yang selalu kebuka terus gada palangnya. Lah ini kan orang bisa naik tanpa bayar ato klo di supermarket dia sengaja nggak nyecan barcode barang yang mahal biar gak bayar. Tapi mereka sepertinya punya cctv yaa :p

Yaaa 11 12 lah sama kita orang muslim yang terus dipantau โ€˜cctvโ€™ 24 jam sama malaikat rokib dan atid. Mau nyolong ya terserah, urusannya ntar terakhir sama yang punya nyawa ๐Ÿ˜€

Masih banyak lagi sepertinya yang akan saya dan keluarga dapatkan disini. Dan saya sungguh sangat berbahagia disini karena bisa ngerefresh mindset sambil kumpul dengan keluarga di tengah kemacetan beasiswa yang belum cair, hahaha..

Mohon doanya ya readers ;*

13 thoughts on “Far away from home..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s