Sharing LPDP Interview

Ain’t about how fast I get there
Ain’t about what’s waiting on the other side
It’s the climb..

The struggles I’m facing
The chances I’m taking
Sometimes might knock me down
But no, I’m not breaking..

Miley Cyrus – The Climb

It is my fourth trial.. and i am not broken yet..

Mari saya ceritakan mulai dari percobaan pertama apply LPDP πŸ™‚

Percobaan Pertama:
– No official IELTS (cuma print screen dari web)
– No LoA
– Dokumen selain dua diatasΒ lengkap

Result: Lolos seleksi administrasi, tapi sayangnya saya memutuskan tidak ikut interview karena hal penting.

Percobaan Kedua:
– Lengkap semua dokumen
– termasuk Surat Ijin Dekan
– LoA conditional fee
– Essay sama persis dengan aplikasi sebelumnya

Result: Tidak Lolos seleksi administrasi.

Mulai bingung dimana yang salah, mungkin di Surat Ijin Dekan, mungkin di Essay yang sama persis.

Percobaan Ketiga:
– Lengkap semua dokumen
– Surat Ijin Kajur
– LoA conditional fee
– Essay all new

Result:Β Tidak Lolos seleksi administrasi.

Tambah bingung dengan regulasi LPDP. Padahal as far as I know, tanpa LoA pun bisa lolos seleksi administrasi. But, I won’t give up!!

Percobaan Keempat:
– Lengkap semua dokumen
– Surat Ijin Kajur
– LoA unconditional
– Essay all new

Result: Lolos seleksi administrasi. Lolos interview.

It’s the half-climb..

Kalau dilihat dari yang berubah, hanya status LoA saja yang berubah. Namun, kembalikan semuanya pada kuasa yang diatas. Baik screener maupun interviewer adalah manusia biasa yang punya bias. Bukan komputer yang terpaku dengan IF Then rules. Hanya tangan yang diatas saja yang mampu menggerakkan semuanya. Inipun saya juga belum yakin apakah saya dan keluarga dapat Visa atau tidak πŸ˜‰

Still, you have to learn something from my trials.. I will share some observation while interviewed and asked other applicants.

Akan ada tiga interviewer untuk satu aplikan, don’t be nervous.Β Menurut informasi teman-teman, akan ada satu psikolog sebagai observant dan sisa dua lainnya adalah dosen yang telah ditunjuk. Dua dosen tersebut akan berperan sebagai angel dan devil. Tapi entah, sepertinya ketika saya interview, keduanya adalah angel πŸ˜€

Kedua dosen tersebut akan menginterview dalam bahasa inggris jika univ tujuanmu luar negeri dan bahasa indonesia kalau dalam negeri. Lagi-lagi ada teman saya yang mendapatkan interview dalam bahasa indonesia padahal univ tujuan dia Belanda. Again, tergantung rejeki masing-masing πŸ˜‰

Mereka berdua akan menanyaimu tentang keempat hal berikut

1. Yourself + Family
Siapa saja yang akan ikut serta ketika sekolah?
Bagaimana latar belakang keluargamu? Keluarga inti dan Orang Tua.
Bagaimana dengan suami/istri yang ditinggalkan di Indonesia?
Bagaimana dengan masa depan anak?

Mungkin dari sini akan dilihat apakah kamu seorang tulang punggung keluarga atau tidak. Apakah cocok latar belakang orang tua dengan pendidikan yang akan kamu tempuh. Apakah ada penolakan atau tidak kedepannya nanti. Gimana-gimana, interviewer akan membuka wawasanmu untuk berfikir lebih panjang lagi. Sehingga akan menyiapkan dirimu untuk kemungkinan-kemungkinan terburuk yang belum terpikirkan mulai dari sekarang. Mereka bukan truly interviewer, mereka akan membantumu untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi.

2. Academic Performance or Background
Bagaimana prestasi akademik di sekolah?
Apakah dengan sekolah lagi akan membantu karirmu?
Apa yang ingin diraih dari sekolah?
Apa sebenarnya tujuan hidupmu?

Disini akan mulai ditanya mengenai karir. Bila selaras dengan pendidikan, akan ditanya lebih lanjut mengenai status dalam pekerjaan. Tidak selalu yang memiliki IP bagus atau cepat lulus akan memiliki kemungkinan besar untukΒ diterima. Semua tergantung dari maturity jawaban kalian. Adakah keinginan untuk mencapai yang lebih baik dari sekarang. Sertakan alasan yang logis dan fakta. Mereka lebih suka mendengar fakta dibanding opini publik atau pribadi. Sertakan fakta yang mendukung opini tersebut bila hal itu bukan common belief.

3. Profesor Tujuan dan Riset
Apakah nanti akan masuk Lab?
Berapa lama studinya? (walaupun sudah ada di LoA, ceritakan tentang kecenderungan yang ada di univ tersebut)
Bagaimana jika studi molor?

Tentu tidak ada yang mengharapkan kita akan molor dalam studi, karena hal itu akan membebani LPDP dan juga masyarakat Indonesia yang lain yang memiliki kesempatan yang sama untuk sekolah. Ceritakan tentang profesor tersebut dan sebaiknya sudah stalking tentang dia. Apa publikasinya, apa interestnya, apa kewarganegaraannya, sekolah S1, S2, S3 dimana, ambil post doc dimana, bagaimana track record anak bimbingannya πŸ˜€ Walaupun mungkin jawaban itu tidak sebanyak yang diharapkan interviewer, namun setidaknya menunjukkan bahwa kalian telah mengenal dia. Sertakan pula alasan mengapa mengambil major tersebut, negara tersebut dan univ tersebut.

Mengenai Riset, sertakan proposal atau at least abstrak dari proposal desertasi. Apakah topik itu dari kita atau permintaan dari Profesor. Mengapa kita mengambil topik itu. Apa manfaatnya bagi Indonesia. Kira-kira apa yang akan ditemukan dari riset itu. Apa kendala di Indonesia sehingga kita harus riset itu di luar negeri. Apakah previous research kalian mendukung atau tidak. Sudahkah publikasi bertaraf internasional. Sudahkah menghadiri event internasional. Forum ilmiah apasaja yang diikuti.

4. Keterlibatan dalam masyarakat
Apa saja kegiatanmu di masyarakat?
Selain bekerja, apa kesibukanmu?

Ini merupakan bagian yang sangat gambling. Saya tidak mengenali arah dari pertanyaan ini. Tidak ke leadership juga tidak ke akademis. Lebih kearah penunjang dan aktivitas sukarela kita yang lebih bersifat fun. Walhasil, saya cuma jawab ikut komunitas paduan suara ibu-ibu Dharma Wanita, yang kebetulan Juara 2 pas Ultah Dharma Wanita. Selain itu penyuluhan internet sehat secara kontinu ke SMP dan SMA di Surabaya dan aktif menulis di blog.

Walaupun ada juga sih temen-temen yang diinterview diminta nyanyi lagu kebangsaan on the spot atau bacain sumpah pemuda, atau bacain pancasila πŸ˜€ Intinya sih, jawab apa adanya, jujur dan bener-bener jawaban yang tidak akan disesali kemudian hari karena sudah sesuai dengan kenyataan πŸ™‚

Saya sangat bersyukur kedua interviewer saya sangat baik, satu ibu-ibu dan dua bapak-bapak. Sangat keibuan dan mereka sangat mengayomi. Saya tidak merasa sedang diinterview, melainkan sedang sharing apapun yang ingin saya katakan kepada mereka. Mereka pun sepertinya tidak ada penolakan atas statemen apapun dari saya. Mereka malah gantian bercerita pengalaman mereka selama sekolah dan kembali ke Indonesia. Syukur walhamdulillah, telah dilancarkan.

Bagi teman-teman yang belum diloloskan aplikasinya, tenang, masih ada hari esok untuk re-apply! πŸ™‚

NB: Pengamatan diatas hanya berbasis tanya jawab antar aplikan, bisa jadi berbeda dengan panduan interviewer yang seharusnya. Lagi-lagi kuncinya cuma satu, ikhlas apapun yang akan terjadi dan jalani yang terbaik. Btw, cv saya kemarin sempat dipuji formatnya oleh interviewer (padahal saya juga ngopi temen) :p. Boleh kalau mau ngopi formatnya, silahkan komen dibawah dengan menyertakan alamat email ya πŸ™‚

Good Luck!

Advertisements

45 thoughts on “Sharing LPDP Interview

  1. Asalamulaikum.wr.wb…
    selamat ya bu Vhyn Aulia,
    Tujuannya kemana bu?
    Trus kapan Aplikasinya? Maksudnya, bulan-bulan apa saja?
    Boleh saya minta cv nya?
    Karen saya sedang persiapan untuk LPDP juga, bu.
    Untuk syarat bahasa, apakah menjadi hal yang mutlak bua? Ada syarat skor nya tidak?
    Nuwun…
    Terimaksih atas postingan yang mencerahkan ini.
    Emai, saya: faqih_maarif07@yahoo.com

    • Wal. Wr. Wb.
      Pak Faqih, terima kasih commentnya, tujuan sy ke UK.
      Aplikasi LPDP dibuka sepanjang tahun. Apabila sudah sekali ketolak maka akan ke banned 6 bulan untuk aplikasi selanjutnya.
      Persyaratan bahasa TOEFL > 550 IELTS > 6.5 ini juga tergantung negara tujuan.
      Segera saya email ya format cv sy.

      • Sama-sama bu Vivin…
        Alhamdulillah saya sudah menerima CV-nya.
        matur nuwun kerjasamanya,
        ditunggu kisah selanjutnya, perjalanan menuju UK.

        salam,

        Faqih Ma’arif

  2. Terima kasih untuk sharingnya bu… saya salut sekali dengan perjuangan sampai 4x, dan terus berusaha sampai akhirnya dapat. Saya juga bercita-cita jadi dosen, dan ingin beasiswa LPDP untuk S2. Boleh disharingkan juga format CVnya bu? Ke febrina.c.putri@gmail.com. Terima kasih banyak sebelumnya, semoga lancar untuk studinya di UK…

  3. subhanallahu, alhamdulilah selamat ibu atas rejeki dari ALLAH SWT, sangat salut atas kerja keras dan semangat pantang menyerahnya, semoga dapat menjadi inspirasi buat kita semua, amin ya robbal alamin, tetap semangat dan berjuang ibu, dan kalau diperbolehkan saya mau minta copyan cv ibu, ini alamt email saya ibu : prasadanarizal@gmail.com Terima kasih banyak atas perhatiannya, Salam saya (Afrizal Prasadana)

  4. Selamat ya Ibu Vhyn, semoga lancar dan sukses di sana. Saya juga sbnrnya pgn sekali lpdp, sudah ielts malah. Tp akhirnya memutuskan bekerja dulu. Mudah2an ksmpatan slnjtnya jadi daftar lpdp πŸ™‚
    Sy minta tlg dikirimkan cv Ibu ya? Ke ihsan.saputro@live.com, terima kasih Bu..

  5. halo bu, selamat ya. dan keren bgtt ngshare gini πŸ™‚
    mau nanya dong bu, bedanya itu LoA nya gimana ya? Kok bisa ada unconditional dan conditional?

    • Unconditional: tanpa syarat apapun.
      Conditional: diberikan dengan syarat, biasanya karena nilai IELTS nya kurang atau masih perlu perbaikan di Proposal Disertasinya.

  6. trima kasih Bu, atas sharing, inspiratif banget! bu, kalo untuk dalam negri, harus ielts ato yg lainnya? saya background dr univ swsta lokal, apa dpt ksmptn yg sma? bu, mhon mnta contoh emailnya. sukses terus bu! trims in advanced

  7. Pingback: PhD Application Steps and Tips | Vhyn's Zone

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s