My nice nieces..

๐Ÿ™‚

My lovely nieces

Saat ini saya ingin bercerita mengenai keponakan-keponakan saya yang lucu dan sangat adorable.. How come? Saya punya dua keponakan cewek yang lucu dan nice sekali dengan orang baru..

Cerita pertama tentang Achi aka Fathya Khairani Prasojo ๐Ÿ™‚
Lebaran kemarin, kami sekeluarga mengunjungi sanak saudara di kota Madiun, tempatnya bude Is.. Saya kebagian tidur di kamar depan, sama uni sama achi dan sama izza..
Kami berdua pun tidur gak pake lama, sementara uni dan achi masih ngobrol sama bude Is di ruang tamu ๐Ÿ˜€
Saat tidur, izza nggak rewel, syukurlah sehingga saya tidak harus bercerita tentang sang anak kelinci yang akan digigit elang kalau tidak tidur, hihi..
Ketika achi dan uni masuk, saya agak kebangun dikit, achi sedang asyik bercerita pada uni, kira-kira begini
Achi: Bun, temen achi di sekolah ada yang pakai cincin, katanya kalau dia lupa nggak pakai cincin itu, dia perasaannya jadi nggak enak… (mirip dengan saya dan jam tangan saya betewe)
Bunda (setengah ngantuk): Oh ya, siapa chi?
Achi: (……) *saya nggak inget namanya*
Bunda: Achi pengen pakai cincin bun? *bunda melepas cincinnya dan memakaikan ke jari kecil achi
Achi: Emm, nggak deh bun *sambil ngelepas cincin yang kebesaran dari tangannya itu*
Bunda: Lho knp chi?
Achi: Bunda ajah yang pakai, biar perasaannya bun enak, achi nggak papa kok bun *sambil masangin cincin bun kembali ke jari bun*
Vhyn: *speechless* pura2 tidur lagi

Nggak terasa air mata merembes dengerin percakapan achi dan bundanya, heran aja gitu lho, anak sekeciil itu umur 3 tahunan, tapi bisa paham arti memberi, mengasihi dan menyayangi dengan logika bukan dengan ego..
Saya waktu umur segitu nggak kepikiran bakal melakukan hal tersebut, bahkan untuk saat ini.. Bahwa melihat bunda memiliki perasaan yang tenang, itu lebih menenangkan daripada achi yang memiliki perasaan yang tenang..

Speechless, dimana anak-anak seumuran itu lebih suka merengek minta kue, mainan atau apalah, lha kok ini lebih suka memberi (tapi ada kalanya achi benar-benar berperan anak seusianya sih, yang suka ngusilin adiknya :p) tapi hal ini adalah hal yang adorable..

Cerita kedua masih tentang achi..
Masih saat lebaran, saya, mas uni achi izza main ke rumahnya mbak hanim dan mbak ruli.. Saat perjalanan, entah saya tidak mengikuti percakapan achi dan bunda yang duduk di depan.. tiba-tiba sampailah pada percakapan ini…

……….
Achi: Bun, achi takut mati bun…
Bunda: Lho kenapa chi? kan achi nanti ntar ketemu Allah..
Achi: Tapi achi nanti nggak ketemu bunda, ayah sama dek izzaa…
Bunda: Gak papa, nanti kan kita ketemu lagi di akhirat…
Achi: Gak mau bun, achi takut matii (nangis dan meluk bunda dengan erat)

Vhyn: Emm un, sepertinya percakapan yang berat..
Bunda: Iya chup, ini percakapan berat ๐Ÿ™‚

Dan entah mengapa saya yakin bahwa uni juga menangis dalam hati saat itu, dimana achi memeluk erat bunda..
Mungkin hal-hal yang sensitif, kecil namun krusial seperti ini yang membuat saya kembali menanyakan kepada diri saya sendiri ‘sudah siapkah?’ ini nyawa anak manusia berada sepenuhnya dititipkan padaku untuk kujaga lisan, hati dan pikirannya.. Agar menjadi manusia dewasa yang peka, cerdas akan pengetahuan alam, sosial dan agama..

Ah, saya saja masih merasa tidak mampu memahami diriku sendiri, tapi sepertinya saya tidak akan pernah siap kalau berfikir seperti itu terus ๐Ÿ™‚ Allah tahu kok vin, kapan saya siap dan juga akan menghadirkan orang yang akan membuat saya lebih siap lagi ๐Ÿ™‚ someday…

Advertisements

4 thoughts on “My nice nieces..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s