Aku sedang berjalan-jalan di pusat dagangan souvenir.. Aku menemukan sebuah bola crystal, yang hanya dilapisi selaput elastis bening tipis sekali.. bola crystal tersebut lumayan berat, dan ketika aku menyentuhnya, begitu dingin, dan dengan cepat kalor dari tanganku berpindah menuju bola tersebut..
saat melihat jauh kedalam bola tersebut, aku melihat pendaran cahaya, yang kadang menyilaukan dan membuat mataku sakit, tapi ada berjuta warna disana, aku tak bosan melihatnya sepanjang waktu, berharap menemukan warna baru lagi di dalamnya.. tapi semakin lama aku melihatnya, energiku begitu cepat terserap, dan aku semakin lemah, pucat dan tak bertenaga..

Bapak penjual souvenir di toko itu menghampiriku, lalu bertanya padaku, ‘apa yang kau cari di toko ini nak?’
Aku menggeleng lemah, aku belum tahu pak, bisakah bapak memberikan gambaran padaku?
bapak itu lalu tersenyum, dan berkata ‘banyak orang keluar masuk di toko ini, dan tidak mendapatkan apa-apa dari sini
mereka kebanyakan hanya melihat-lihat, menimang, dan memperhatikan sebentar, lalu meletakkannya kembali..
mereka bukanlah orang yang tidak memiliki cukup uang untuk membeli souvenir ini, tapi kebanyakan dari mereka tidak tahu, akan mencari souvenir apa disini 🙂 seperti ananda..’

Aku tertegun, garis wajahnya begitu jelas terlihat, senyumnya kebapakan, dan sarat dengan pengalaman hidup..
Bapak itu mengambil nafas, dan meneruskan penjelasannya kembali, ‘kamu tahu ini nak?’ beliau mengambil bola karet, full colour, sekali lihat sudah paham corak dan warnanya, dan match dengan baju warna apa saja yang kukenakan..
‘bola karet ini, bila km salah memegangnya, dan ia terjatuh, ia tidak akan melukai kakimu begitu parah, mungkin hanya menjatuhi jari kakimu. semakin tinggi kamu melemparkannya keatas, maka semakin sakit ketika ia menjatuhi jari kakimu, tapi tidak akan membuat jari kakimu berdarah’ lalu bapak itu meletakkan kembali bola karet tersebut, dan beralih meraih bola crystal bening yang kupegang saat ini..

‘bola ini begitu memukau, dan mungkin tidak akan membuatmu bosan memandang kedalamnya, tapi sekali kamu menjatuhkannya, mungkin ia tidak akan kembali utuh seperti semula, ia bisa saja pecah, dan melukai kakimu begitu dalam’, bapak tersebut tersenyum kembali…
‘kamu akan mendapat 2 kerugian, kamu kehilangan bentuk asli dari bola crystal tersebut, dan kamu akan menangis kesakitan untuk merawat kakimu yang berdarah, tapi itu semua bila kamu tidak memegangnya dengan benar, bila kamu memegangnya dengan benar, ia akan membuatmu bahagia, semoga untuk selamanya nak’

aku terdiam, begitu lama sambil memandangi bola karet full colour dan bola crystal bening tadi… bola karet ini bersih, tidak berdebu, dan belum ada goresan apapun, sedangkan bola crystal ini terdapat beberapa garis retak di permukaannya, mungkin karena sudah ada beberapa orang yang menjatuhkannya secara tidak sengaja sebelum aku datang ke toko ini. Hey, tapi kini bola crystal tersebut sudah terlapisi selaput elastis bening tipis, bisa ndak ya di custom agak tebelan selaput elastisnya? emmm sepertinya tidak, itu akan menghilangkan esensi dan keindahan crystalnya, sepertinya satu-satunya cara untuk menjaganya tidak jatuh adalah dengan memegangnya dengan benar dan perfect.

Aku melihat telapak tanganku, begitu kurus, kecil, apakah aku bisa memegang bola crystal ini seumur hidupku dengan tangan yang kumiliki? Aku melihat bola karet full colour dan bola crystal itu bergantian…
Bapak penjual souvenir tersenyum melihatku bimbang, ia menepuk pundakku pelan dan berkata ‘be wise, kamu tidak akan bisa memiliki keduanya, pilihlah salah satu, toko ini akan tutup 3 jam 7 menit lagi’
Aku melirik jam tangan Albaku, 3 jam lagi, cukup ndak ya waktunya?

Aku mendongak melihat bapak penjual itu dan berkata, ‘aku keluar dari toko ini dulu pak, aku masih harus belajar bagaimana cara memegang bola crystal itu dengan benar, atau mungkin aku tidak akan kembali ke toko ini lagi’ lalu aku bergegas meninggalkan toko souvenir itu..
Bapak tersebut tersenyum melihat punggungku yang berjalan menjauhi toko souvenir tersebut dan menggumam lirih, ‘bagaimana pun, kamu harus kembali ke toko ini nak :)’

Advertisements

4 thoughts on “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s