It’s about ITIS or PSI :D

Setelah membaca satu persatu pembelajaran mahasiswa yang saya handle solo kedua kalinya…. Mungkin ini yang bisa saya tulis untuk pembelajaran sebagai dosen πŸ™‚

Pada awalnya saya merasa tidak cocok dengan materi PSI ini, saya merasa bahwa ini adalah mata kuliah subjektif, tidak jelas kebenarannya, 1+1 tidak tentu sama dengan 2. Tapi toh, saya juga tetap harus membawakannya πŸ™‚

Start with D’masiv – Jangan Menyerah

Mind Map : cuma satu atau dua mahasiswa saja yang mengingat bahwa di kelas pernah diminta untuk membuat mind map, dan untungnya satu atau dua mahasiswa tersebut mengetahui esensinya…
Mind Map digunakan untuk memetakan pengertian yang telah dipahami oleh mahasiswa setelah membaca materi kuliah secara runut. Bukan dibuat sambil membaca, karena kalau dibuat sambil membaca, maka esensinya tidak akan sampai, dan hanya membuat book map, not mind map πŸ™‚
Believe me, it’s very hard to make a perfect mind map, I’ve been there dude πŸ˜‰

Video : sekitar 30% masih mengingat bahwa ada penyampaian video di pertama kali perkuliahan, yang menjelaskan esensi dari sistem informasi. Video mengenai orang berlari lengkap dengan haling rintangnya. Awalnya saya sendiri pun tidak begitu paham dengan video ini lengkap dengan acara larinya, karena pertama, saya sangat membenci olahraga, kedua, saya bukan tipe pembelajar visual, tapi auditori dan kinestetis. So, saya pun juga masih belajar bagaimana menampilkan video yang relevan dan mengena dengan esensinya, dan itu pula alasan mengapa video cuma diputar sekali saja dalam satu semester, sementara yang satunya lagi diupload sebagai tugas.

Materi di kelas : awalnya saya pun merasa bosan bila harus menyampaikan satu persatu materi di kelas, kalian pasti ngantuk dan tidur πŸ˜€ hohoho, sehingga saya mengemasnya sedemikian rupa, sehingga ada bagian dimana saya harus menjelaskan, ada bagian dimana kalian harus beropini, ada bagian dimana kalian yang mencari contoh konkritnya di perusahaan, ada bagian dimana kalian harus berlomba untuk menjawab dengan cepat dan tepat di akhir perkuliahan. Tapi saya juga masih merasa bahwa ada beberapa metode pengajaran yang belum teraplikasikan, dan sudah teraplikasikan tapi belum sempurna, well, saya akan mempelajarinya dan menerapkannya tahun depan *kalau diamanahi PSI lagi*

Study Guide : ini metode pembelajaran baru yang langsung saya adaptasi dari Jurusan Teknik Industri, mata kuliah semacam penulisan ilmiah untuk strata S2. Tapi saya mengemasnya sedemikian rupa agar cocok untuk strata S1. Dimana terdapat perbedaan yang signifikan antara mahasiswa S2 dan mahasiswa S1, sekalipun menyandang kata maha sebelum kata siswa πŸ™‚ Dan mostly, dari yang saya baca di lembar pembelajaran mahasiswa, mereka suka dengan metode ini, sekalipun ada punishment dan reward yang cukup membuat mereka malu untuk keluar kelas bila tidak belajar, tapi dengan ini mereka menjadi terpacu agar membaca materi sebelum masuk ke kelas. Dan ketika diterangkan di kelas, mereka tidak start dengan awalan gelas yang kosong, tapi sudah berisi sehingga memacu mereka untuk memenuhi gelasnya.

Debate : saya merasa dari sekian pembelajaran, inilah yang tergagal. Tapi ternyata mahasiswa saya mendapat esensinya. Kenapa menurut saya gagal? Karena cuma 3 orang di depan saja yang aktif, karena yang dibelakangnya menjadi ngantuk dan cenderung apatis karena tidak menjadi bagian yang aktif, karena esensi yang saya perkirakan akan diterima mereka adalah β€˜ngeyel is the best’ tapi mahasiswa mendapatkan esensi yang lain, yaitu bagaimana memahami pola pikir pihak yang kontra dan pro dalam suatu permasalahan. Well, untuk yang satu ini salut deh buat mahasiswa yang dapet esensinya.

Simulasi Seller Buyer : menurut saya ini pembelajaran yang agak geje, saya mengadaptasi dari gaya pembelajaran pak Mukhlason tahun kemarin, NOTE : Bukan pak mukhlasonnya yang geje, atau materi pembelajaran dari pak Mukhlason yang geje. Tapi sayaΒ  sendiri yang merasa bahwa ini geje. Karena untuk satu kelas tertentu, seller membual abis, padahal sudah diberikan modul2 SAP, kenapa? Karena mereka pun belum tahu gimana rupa SAP, tapi mereka harus sell SAP untuk modul tertentu. Tapi kabar baik bagi kita semua bahwa tahun ini kita sudah membeli license SAP lengkap dengan servicenya, Thanks to Ibu Mahendrawathi :* semoga PSI tahun depan bisa langsung pegang SAP, *ayo ayo sapa yang mau ikutan PSI lagi tahun depan *LOL*

UTS Lisan : Memang pada awalnya saya merasa bahwa UTS seperti ini tergantung dari hokinya masing-masing, karena ada soal yang mudah sampai soal yang susah, tapi setidaknya mereka dapat belajar A-Z tentang materi yang kemungkinan akan mereka dapatkan. Toh, soalnya juga dari study guide 78% πŸ˜€ jadi kalian sudah mengetahui soalnya, tinggal mau review lagi atau tidak. It’s your choice… Sekalipun ada mahasiswa yang cheat dalam UTS Lisan ini dan sempat membuat saya sedih sekali saat itu. Entahlah, saya selalu merasa gagal apabila rencana tidak berlangsung sebagaimana mestinya, gagal dalam segi pendidikan moral, dan gagal dalam segi pendidikan materi. Mengapa harus ada yang cheat sih? Di pikiran saya hanya ada satu jawaban, yaitu karena SAYA GAGAL. Saya merasa malu, minder dan mengutuki diri sendiri. Tapi untungnya, beberapa teman dosen mengatakan bahwa itu tidak sepenuhnya salah saya, karena mereka datang kesini di pertengahan usia mereka. Ibaratnya bila membuat keramik dari tanah liat, mereka itu sudah setengah kering, tidak lagi lunak dan mudah dibentuk. Bila ingin membentuk lebih baik, harus ditekan agak kuat, sehingga membuat tangan saya agak sedikit sakit. Semakin mereka tumbuh, akan semakin sulit dibentuk, sehingga kalau mereka datang kemari dengan raw material yang seperti itu, saya hanya bisa menekan sedikit saja, karena mereka sudah terlanjur setengah kering. Namun bukan berarti mereka tidak bisa berubah, mostly mereka akan berubah dengan palu, dihancurkan bagian-bagian yang kurang bagus, dengan effort dan efek yang signifikan, lalu mulai membuat lagi bagian-bagian yang ingin diperbaiki, dan sepertinya saya bukan pengrajin tanah liat yang baik, karena saya selalu menginginkan hasil kerajinan yang sempurna tanpa cela.

Quiz : ada dua jenis quiz yang saya berikan, offline dan online. Untuk quiz offline, saya hanya berusaha untuk encourage mereka yang berjiwa kompetisi. Dari sana saya dapat melihat mana saja mahasiswa saya yang suka berkompetisi. Berkompetisi dalam artian, berkompetisi dengan gelas yang penuh, bukan dengan gelas yang kosong namun nyaring bunyinya, karena setiap jawaban yang salah akan dikenai punishment yaitu tidak dapat menjawab sampai akhir soal di quiz pada hari tersebut πŸ˜€ jadi setidaknya mereka harus yakin dan berfikir dengan matang, apakah itu jawaban yang benar dan tepat, bukan hanya trial and error looping tiada henti. Untuk quiz online, ternyata sama dengan pemikiran saya di awal, bahwa tidak ada mahasiswa yang mendapat esensinya πŸ™‚ atau mungkin tidak menuliskannya tapi sebenarnya dapet. Esensi quiz ini adalah replika dari kehidupan nyata, diberi deathline, dan ada list task yang harus dikerjakan, semua task sama, yang berbeda hanyalah masing-masing knowledge yang dimiliki tiap personal, adapula yang copas, dan sangat mudah mengetahui mereka copas atau tidak. Esensi dari quiz online ini adalah, segala yang kita planning tidak selamanya berjalan sempurna dengan kenyataan *sepertinya saya curhat* ada saja rintangan yang tidak kita duga, such as connection loss, server down, lupa nggak masang batere leptop, atau lupa menekan tombol submit. Semua hal-hal eksternal dan internal tersebut yang mempengaruhi bagaimana performance kita berikutnya (red : quiz berikutnya) kita seharusnya mendapatkan wisdom dari quiz sebelumnya, kita harus bisa meminimalisir faktor internal seperti pelupa, ceroboh, tidak teliti dari diri sendiri, karena kita tidak bisa mencegah datangnya faktor eksternal yang akan merusak planning kita ke depannya.
Mostly, mahasiswa banyak yang menyalahkan server mati, koneksi internet yang kurang baik, dan apakah kalian nantinya akan menyalahkan kenapa bos kalian nanti galak, terlalu perfeksionis, rekan kerja kalian annoying, tugas yang dadakan dan banyak, dan faktor2 eksternal lainnya? It’s time to move πŸ™‚ Ambil hikmahnya, at least kalian bisa belajar banyak dari quiz yang tiba-tiba muncul tanpa penjelasan di kelas dan belajar sendiri, not score oriented, sekalipun score itu perlu, tapi percayalah, saya mengenal kalian personally seperti yang saya ucapkan di awal perkuliahan dulu πŸ™‚

Kuliah Tamu : skipped

PSI EXPO : muahahaha, ini adalah metode pembelajaran yang paling merepotkan, dan ternyata hanya 20% yang bisa mengambil esensinya. Semua orang terlibat dalam EXPO ini, pegawai TU, saya dan bu Feby, semua dosen yang turun dan urun nilai, mahasiswa S2, Bapak dan Ibu yang jual di kantin, bahkan orang luar juga datang untuk mengasah kesabaran dan kemampuan kalian semua dalam berkomunikasi. Menjadi seller itu tidak mudah, sama sekali tidak mudah, kemauan customer itu ya bagus, ya murah, ya gampang, ya cepet. Kita semua juga akan berfikiran sama bila menjadi customer, tapi apa yang diingini seller yang baik? Customer puas dan datang kembali. Dan itu susahnya minta ampuun, apalagi e-commerce. Dan seperti pada dugaan awal saya, saya membuat lembar penilaian dosen itu dengan landasan TRUST. Sekalipun saya sudah mengira, worst casenya mungkin ada yang curang, tapi saya tepis pikiran buruk saya tersebut. Saya mencoba untuk percaya. Dan Voila! Pikiran awal saya terbukti, dan saya tidak seberapa kaget dan kecewa seperti saat UTS Lisan. Dan saya juga menganulir semua nilai yang didapatkan dari EXPO. Dan memang, hanya segelintir mahasiswa yang mengerti esensi dari EXPO ini tidak hanya berorientasi pada nilai, tapi serve the best for customers. Nilai akan mengikuti proses yang dilakukan sebelumnya. Dan hanya satu atau dua orang saja yang ikhlas EXPO ini tidak diambil nilai, karena mereka merasa sudah banyak belajar dan praktik lapangan, namun ada mahasiswa yang menuliskan bahwa EXPO ini sia-sia karena semua nilai dianulir πŸ™‚
Perlakuan yang sama (EXPO dianulir), tapi raw material yang berbeda (satunya bisa mengambil pelajaran banyak, satunya merasa sia-sia) itulah manusia yang akan selalu berbeda antara satu dengan yang lainnya πŸ™‚

Praktikum : Saya akui memang, saya sangat kurang mengontrol jalannya praktikum, saya hanya terlibat dalam koreksi modul dan pembuatan soal PWR. Untuk proses praktikum di LPSI saya hanya menghadiri sekali, dan saya merasa bahwa asprak kikuk ketika ada saya di LPSI, karena saya sudah beberapa kali di mata kuliah sebelumnya melihat asprak memberikan praktikum, dan memang lebih lepas bila tidak ada dosen di belakang yang mengawasi. Mengenai PWR, yang kebanyakan mengerjakan β€˜asal jadi’, nggak papa kok, itu yang terbaik dari kalian, dengan tugas yang continuous dan banyak. Ibaratnya kalau software testing web, itu adalah software web stress testing, untuk melihat setangguh apakah webnya bila diakses banyak user, dalam sedikit waktu, dan user bebarengan. Ada web yang tough, ada web yang cepat sekali rusak. Dan harapannya, web tersebut akan semakin bertambah ketangguhannya seiring berjalannya waktu. Dimulai dari sekarang.

Metode pembelajaran yang terlewat : Business Visit, Rolling Group, Game dll.

Oh iya, memang ada satu kelompok yang sengaja kelompoknya sort by GPA, dan ada kelompok yang random, itu hanya riset kecil2an untuk melihat bagaimana hasilnya nanti, dan hasil risetnya bahwa kelompok yang sort by GPA lebih baik daripada yang random, sekalipun kalian merasa bahwa itu rasis :p

Semoga semester depan dan tahun depan, saya bisa membawakannya dengan lebih baik lagi πŸ™‚ terima kasih untuk semua mahasiswa PSI 2010 tahun ini… you’re the best…

Advertisements

12 thoughts on “It’s about ITIS or PSI :D

  1. waw..sounds great…
    menyenangkan klo banyak skali metode yg dipake dlm mendelivery pembelajaran kemhs..
    berbeda skali sama PSI saya yg dulu.. T..T

    congratz,ibu vivin.. πŸ˜€

  2. This is a good thing for a lecturer vin, ngereview perjalanan mata kuliah sampai akhir semester. Dengan begini mahasiswa dan dosennya juga sama sama belajar, great!.

  3. asprak yang kikuk ni siapa ya? Hehehe…
    Btw, SAP ni harusnya untuk PSDP. Tapi kalo PSI… ?????? (thinking)
    Kalo masalah Expo??? Hmm… Memang kalo dinilai agak susah. Tapi, sisi positifnya dari Expo mereka jadi jualan beneran….
    Hahaha… (meski webnya banyak yg gak bener, akhirnya jualan via FB).
    At the end, smoga tahun depan bs jadi asprak PSI lagi… πŸ™‚
    Note: yeyekh = Ardiaz A. A. 07.

    • iya, SAP buat PSDP, PHP dan MRP, PSI cuma pengantar aja… memudahkan dan mengenalkan sebelum ngoprek bagian lebih dalam lagi di tiga mata kuliah tadi, namanya aja Pengantar Sistem Informasi, cuma mengantar aja πŸ˜€

  4. melihat komen pertama: “tapi overall, sudah sangat baik kok bu’ pola pengajarannya”
    ding… km dipanggil ibu sm mereka??? πŸ˜€
    ga kebayang ekspresimu pas dipanggil seperti itu, hehe…
    tapi bagus reviewnya, jempol 4 deh….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s