Tears…

Pada suatu malam, entah kapan, setelah pulang dari sakinah, aku melewati jalan Gebang Putih yang gelap itu. Tampak olehku tiga orang laki-laki yang mirip baris berbaris, saling meletakkan tangan kanannya di bahu temannya, yang berada di depannya…

Tiga orang, dan berjalan seperti itu. Awalnya kukira pramuka, tapi kenapa malam-malam tanpa baju pramuka? Baru tersadar olehku, bahwa laki-laki terdepan membawa tongkat. Ya Allah, mereka adalah siswa YPAC Tuna Netra yang berada di jalan Gebang Putih.
Pengen nangis rasanya, melihat tekat mereka untuk berjalan-jalan, dan mereka dengan kompaknya menjaga satu sama lain agar tidak jatuh atau tertabrak kendaraan. Jalannya bener pula, dikiri jalan.

Ya Allah, aku termenung sejenak. Mereka tuna netra, tapi memiliki tekad yang kuat agar bisa seperti orang-orang yang tidak tuna netra. Mereka nggak bisa browsing, nggak bisa facebookan, nggak bisa nonton film, nggak bisa menikmati pemandangan indahnya dunia… Ya Allah, tapi Allah menjaga mereka dari pandangan-pandangan tidak baik yang ada di muka bumi. Allah menutup salah satu indra mereka, dan membuka indra hati mereka.

Sejenak aku mengingat, sudah kugunakan apa saja kedua mataku ini? baiknya berapa persen dibandingkan buruknya? kalau lebih banyak buruknya, lebih baik mereka dong…
Ya Allah, sejenak aku iri dengan mereka. Semoga aku bisa bersyukur dan menggunakan dengan baik kedua mataku ini. Amin…

 

Advertisements

2 thoughts on “Tears…

  1. Kebetulan saya sedang riset di sekolah tunanetra di jalan Gebang putih. Sedikit saya koreksi ya jika boleh, mereka siswa YPAB, bukan YPAC, karena YPAC adalah Yayasan Pembinaan Anak Cacat hanya dari golongan tuna daksa. Sedangkan YPAB adalah Yayasan Pendidikan Anak-Anak Buta hanya dari golongan tunanetra, tanpa tercampur cacat lainnya.

    Koreksi yang kedua, alhamdulillah, mereka bisa smsan, facebookan, sama seperti orang normal meski mereka buta total. Beberapa aplikasi handphone dan komputer memungkinkan aplikasi suara ketika ada sms masuk, ketika facebookan, dan lain-lain.

    Jadi, mari kita bantu, jangan bedakan mereka, mereka sama manusia seperti kita yang normal, hanya saja mereka tidak bisa melihat. Terimakasih sebelumnya… 🙂

    • wooh, YPAB yaa… maaf, nanti saya betulin lagi artikelnya 🙂 waaah… keren dong bisa FB an, minta akun nya mereka boleh? 🙂 add me di Retno Aulia Vinarti yaaa mbak nana… 🙂

      Iyah, setuju banget, jangan bedakan manusia hanya dari segi fisik, toh juga ketika dipanggilNya, fisik kita akan terbenam di tanah dan nggak berguna lagi 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s