Setelah tiga notes berisi tentang bapak, mungkin kini saatnya tentang ibu…

Ibu itu wanita sederhana, berasal dari keluarga yang berkecukupan dari Surabaya, dan aku tahu bagaimana perjuangan dan perjalanan ibu, dari wanita yang terbiasa memegang buku dan alat make up lalu harus stay di dapur di sebuah paviliun  di Bandung pada tahun-tahun pertama pernikahannya *bukan rumah, tapi kami menganggapnya sebagai rumah* dengan dua orang anak, satu laki-laki dan satu perempuan…

Saat kecil, aku sering dimarahi ibu, iyalaah mana ada anak kecil yang gak pernah dimarahi ibunya? Pasti gak ada, hehe… Waktu TK di Jakarta salah satu hal yang paling kubenci ialah makan, iya, aku benci banget sama aktifitas yang namanya makan, berkebalikan dengan masku, yang saat itu kelas 5 SD, seneng banget makan, dan tanpa sepengetahuan ibu, aku sering memberikan jatah makanku ke mas :p kecuali nasi goreng, karena aku suka nasi goreng bikinan ibu 😀

One day, ketika sarapan pagi, seperti biasa, mas sudah akan berangkat sekolah di SDN Selong 01 Pagi Jakarta, dan dapat dipastikan aku belum mandi, selesai sarapan pun belum *leletnyaaa* mas salim ke ibu, dan ibu bilang ‘hati-hati ya naak…’

Hoooohhh, aku uring2an, aku gak mau makaaan habisin sarapan *entah mengapa aku mudah sekali jeles ya sama masku :p* pasti bingung dimana jelesnya? Aku tiduran di kursi, ibu berusaha membangunkanku karena tidak baik makan sambil tidur, tapi aku gak mauuk, aku mogok makan, *sekalipun ini bukan yang pertama kalinya aku mogok makan siy* ibu bingung dong, jam 8 aku belum berangkat TK, FYI aku TK masuk menjadi siswa ‘pupuk bawang’, aduh apa ya istilahnya? jadi aku bayar SPP tetep, dapet seragam iya, tapi aku gak wajib mengikuti kegiatan belajar di sekolah, sekalipun TKnya ada di depan rumahku pas, jadinya aku cuman masuk seminggu 3x itupun klo rajin :p

Kenapa?? Ada yang bisa jawab sodara2?? Cuma satu kalimat yang keluar dari mulutku saat itu ‘aku pengen dipanggil nak sama ibu’ whaaaattt, serius loh, aku iri masku dipanggil nak dengan baiknya oleh ibu, sedangkan aku selalu dimarah2i, ibu nggak ketawa kok waktu aku minta dipanggil ‘nak’, lalu ibu mengelus kepalaku dan bilang ‘terusin lagi ya nak, sarapannya…’

Yes! Ibu manggil aku nak…

Lain hari lain cerita, pada saat itu masih di Jakarta, ada kejadian mas gak bisa pup *maaf mas, aku harus cerita ini di blog* hehehe, jadi ceritanya mas gak bisa pup, sehingga harus ada obat aneh berbentuk peluru warna putih yang harus dimasukin ke saluran pupnya mas…

Waaaah, gak ngebayangin tuh, jadi ibu, udah sedih mas gak bisa pup, harus masukin obat aneh itu lagi, hiiiii…. Tapi bukan itu yang pengen kuceritakan, aku pengen cerita bagaimana bingungnya ibu nyari dokter dan obat itu, sambil nangis sodara-sodara, hebatnya ibu, di tengah kegentingan gitu masih bisa berfikir dengan cepat dan tanggap sekalipun air mata meleleh, aku bisa nggak ya kayak ibu nanti? Belum lagi klo anak-anakku nanti senakal aku, pasti kesel banget…

Tanggal 10 Agustus kemarin, ibu ulang tahun, barengan sama ulang tahun pernikahan ibu, dan aku sangat mengidolakan ibu, aku pengen menikah di hari ulang tahunku nanti, selamat ulang tahun yang ke 53 ibu, semoga ibu selalu sehat dan bisa membimbingku selalu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s