God Exist…

Habis blog walking, baca-baca blognya para artis, yang notabene juga manusia biasa yang dianugerahi sebuah popularitas 😀 mampir blognya dian sastrowardoyo, luna maya sampai pevita pearce, dan menemukan satu tulisan menarik http://pevitapearce.blogdetik.com/2009/10/05/re-post-from-my-best-brother-keenanpearce/#comments

yang isinya bercerita tentang, apakah tuhan itu ada? Aku tersenyum simpul, aku juga pernah menanyakan hal ini, mulai SD sampai SMP pada bapak dan ibuku, Allah itu apa? Apakah Allah itu ada? Apa buktinya Allah itu ada? Allah tidak terlihat, bagaimana aku bisa percaya bahwa Allah itu ada?

Dan sampailah aku percaya, bahwa Tuhan itu ada, Tuhan itu Maha Adil, Tuhan itu Maha Penyayang, bukan dari pelajaran Agama Islam, bukan karena orang tua dan leluhurku mengatakan demikian, bukan juga karena banyak orang percaya bahwa Tuhan itu ada, maka aku jadi ikut-ikutan percaya Tuhan itu ada…

Sedikit cerita dari comment di blognya pevita pearce, yang mengesankan…

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya.
Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibatpembicaraan yang mulai menghangat.
Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topic pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.
Si tukang cukur bilang, “Saya tidak percaya Tuhan itu ada”.
“Kenapa kamu berkata begitu ???” timpal si konsumen.
“Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, dijalanan…. untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak
ada. Katakan kepadaku jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit ??, Adakah anak terlantar??
Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang
Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.”
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu
pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang,
berombak kasar “mlungkermlungker-istilah jawa-nya”, kotor dan brewok yang tidak dicukur.
Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat. Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,”
Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR.”
Si tukang cukur tidak terima,” Kamu kok bisa bilang begitu ?”.
“Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!”
“Tidak!” elak si konsumen.
“Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada,tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang
kotor dan brewokan seperti orang yang diluar sana”, si konsumen menambahkan.
“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!”, sanggah si tukang cukur.
“Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya”, jawab
si tukang cukur membela diri.
“Cocok!”-kata si konsumen menyetujui.”Itulah point utama-nya!.
Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA!, Tapi apa yang terjadi?
orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu
banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”
By –cisca-

Well, penjelasan logis seperti ini yang bisa masuk untukku, dibandingkan dengan penjelasan semacam ‘doktrin’ yang mengagungkan ‘karena ajarannya begitu’, aku masih yakin kok, Tuhan itu Maha Mengerti, Maha Baik, dan Maha Misterius, banyak yang masih dirahasiakan olehNya, yang belum kita pahami maksudnya, demikian adalah tanda bagi kaum yang berfikir…

Well, another comment from same person…

kadang kita bertanya dlm hati & menyalahkan Tuhan, ‘apa yg telah saya lakukan sampai saya harus
mengalami ini semua?’ atau ‘kenapa Tuhan membiarkan ini semua terjadi pada saya?’
……. Here is a wonderful explanation ……
Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan.
Dia mendapatkan nilai jelek dalam raport, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota .
Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya, ‘dengan senang hati’ dia berkata:
‘Tentu saja, I love your cake.’
‘Nih, cicipi mentega ini,’ kata Ibunya menawarkan.
‘Yaiks,’ ujar anaknya.
‘Bagaimana dgn telur mentah?’
‘You’re kidding me, Mom.’
‘Mau coba tepung terigu atau baking soda?’
‘Mom, semua itu menjijikkan. ‘
Lalu Ibunya menjawab, ‘ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu persatu.
Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, akan menjadi kue yang enak.’
Tuhan bekerja dengan cara yang sama.
Seringkali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan.
Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu persatu sesuai dengan rancanganNya,
segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktuNya.
Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita.
Tuhan teramat sangat mencintai kita. Dia mengirimkan bunga setiap musim semi, sinar matahari setiap pagi.
Setiap saat kita ingin bicara, Dia mendengarkan. Dia ada setiap saat kita membutuhkanNya,
Dia ada di setiap tempat, dan Dia memilih untuk berdiam di hati kita.
By –cisca-

Satu lagi penjelasan yang menyentuh, bahwa ada Tuhan berdiam di hati kita 🙂 selalu ada sisi baik dari sosok yang terlihat buruk atau culas, selalu…

Dan ini komen terakhir dari orang yang sama…

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada?
Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantanG mahasiswamahasiswanya
dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”.
“Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi.
“Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut. Profesor itu menjawab,
“Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan.
Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut.
Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?””Tentu saja,” jawab si Profesor
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”
“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si
professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang
kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan
semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut.
Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas. Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?”
Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”
Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah
keadaan dimana tidak ada cahaya.
Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan
cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi
Anda tidak bisa mengukur gelap.
Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.
Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”
Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya.
Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia.
Perkara – perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”
Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,
“Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti
dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan
Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih sayang
Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”
Profesor itu terdiam. Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.
By –cisca-

Seorang teman pernah bertanya padaku, mengapa aku sering menggunakan kata Tuhan, bukan Allah? Karena aku selalu sebisa mungkin memakai kata Tuhan, untuk mendefiniskan Sang Maha Pencipta, bukan Allah, padahal Tuhan senang dipanggil nama kesukaannya kan?

Simple sebenernya alasan… karena Tuhan itu global, sedangkan Allah tidak… karena Tuhan itu milik semua umat, namun Allah itu tidak, sebenernya cuman masalah istilah atau penggunaan kata-kata, ruang lingkup dan religi… Tapi maksudnya sama… Tuhan yang menciptakan Alam dan seisinya…

15 thoughts on “God Exist…

  1. Allah itu disebut kata asli yang berasal dari induk bahasa arab, ibrani (hebrew), dan aramaik. Aku kurang ngerti nama bahasanya. Tapi artinya dari kata “Allah” itu “One God”. Ingat ya, kata, tapi juga sebuah Nama.

    Menurutku bukan masalah punya semua umat atau tidak. Tapi arti dari kata itu yang menentukan.

    Kayak kalo orang kristen di Arab. Apa bahasa arabnya Tuhan ? dalam bahasa Arab ada kata Ilah dan Ilaha yang berturut-turut artinya God dan Goddes. Dalam trinitas mereka akhirnya menambahkan sesuatu : Allah al-‘ab yang artinya God the Father.

    Tapi katanya dalam keseharian di daerah semenanjung arab katanya tidak ada kata lain selain Allah untuk “Tuhan”. Jadi kalo kamu di arab sana Vin, ya pakenya “Allah” terus dan gak akan dapat pertanyaan kenapa pake kata “Tuhan” 😀

    Sedikit menambahkan :
    Hari ini juga ada dari Pak Mario Teguh tentang keberadaan Tuhan. http://www.facebook.com/note.php?note_id=430184849404&id=52472954880&ref=mf

    Dan untuk yang einstein. Di Youtube ada videonya Vin :

    Sumber : Wikipedia :mrgreen: , dan yg kutahu.
    Semoga bermanfaat.

  2. nice..to believers.
    explaining exsistance of God to unbelievers is not that easy and simple, needs more than logic explanation, i believe it’s called faith or ‘hidayah’ 🙂

  3. u’re growing girl, I really love ur post 🙂 miss u. I know God exists, I can see it in my mom, my dad, my brother and my sister, and you as the one who used to be my garbage bin when I messed up. Pin, wish u all d best for ur life!

  4. Mengenai siapa, seperti apa dan bagaimana Tuhan itu (eksistensinya), klo menurutku sudah secara jelas dideskripsikan di surat Al-Fatiihah

  5. Albert Einstein mengatakan itu ketika dia masih anak anak, dan sekolahnya tidak tinggi, tidak sampai mahasiswa, sd pun konon dia tidak tamat. Mungkin jalan pikirannya yang lebih maju dari orang orang sekitarnya pada saat itu dianggap aneh dan gila, maka sebab itu ia dikeluarkan dari sekolah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s