My dad my hero…

Masih teringat dengan jelas, masa-masa kecilku di Bandung, setiap malam, sebelum tidur, bapak selalu mengajakku ‘bermain’ huruf, itu lho huruf-hurufan yang dari plastic warna-warni, yang bisa ditata-tata, hehe… tapi bapak menaruhnya di kaleng Kh*ng G*an merah tabung dan diletakkan di atas lemari 😀

Begitulah bapak, jiwa pendidiknya selalu ada, sekalipun aku masih kecil, bapak selalu mengemas ‘belajar’ menjadi permainan yang menyenangkan 🙂 seperti belajar membaca dengan bermain huruf tadi, bapak bilangnya gak pernah ‘ayo vin kita belajar membaca’ tapi ‘ayo vin kita bermain huruf’ dan tentu saja mataku berbinar-binar mendengar kata ‘main’ 😀

Waktu berlalu, tiba saatnya aku masuk SD di Mojokerto, bapak membuat papan whiteboard sendiri ukuran 5x2m kira-kira, lalu membaginya menjadi dua bagian, satu bagian untuk mas, dan satu bagian untuk aku, dimana bagian mas sengaja agak dibikin lebih gede beberapa centi, huh, aku protes saat itu, karena gak sama ukurannya :)) tapi bapak bilang, karena mas sudah gede, jadi papannya ikutan gede.. hehe…

Bukan masalah gede mana papanku atau papan mas sebenernya yang mau dibahas disini, tapi bagaimana uniknya bapak mengajari aku dan masku untuk mencintai belajar 🙂 setiap hari, bapak PP kerja Surabaya – Mojokerto, dan pulang sekitar jam 8-9 malem sampek rumah Mojokerto, sebelum berangkat, biasanya bapak menuliskan satu atau dua soal di papan, untuk mas dan untuk aku, hehe… padahal aku masih SD, tapi aku mesti ngamuk klo mas di kasih soal tapi aku nggak 😀

Bapak biasanya membaca jawaban mas dan aku sambil makan malam sehabis pulang kerja, karena memang papannya diletakkan di tembok ruang makan, kadang bapak mengomentari sana-sini bila pekerjaanku atau masku kurang benar, hehe… dan uniknya, bapak nggak pernah terpaku sama kurikulum sekolah…

Pernah suatu ketika, bapak menggambar lingkaran dengan berbagai ukuran di papanku, yang berarti itu soal untukku sebelum bapak berangkat kerja 😀 lingkaran kecil sampai besar, tersebar merata di papan tulis, aku jelas bingung, permainan apa sih ini? Hehe… disitu cuma tertulis, ‘kumpulkan benda-benda yang sesuai dengan lingkaran ini’ hyaaa… aku langsung hunting mulai panci, tutup kaleng, koin yang ukurannya sama seperti yang di papan, hehe…

Sepulangnya bapak dari kantor, seperti biasa, bapak mengecek pekerjaan ku, bapak tersenyum melihat aku mengumpulkan benda-benda bundar di meja makan, lalu bapak menyuruhku mengambil meteran kain yang biasa dipakai ibu menjahit, aku malah bingung lagi, bapak menyuruhku untuk mengukur keliling dan diameter lingkaran benda-benda yang sudah kukumpulkan, waktu itu aku kelas 5 SD, sudah mengenal rumus luas-luas bangunan dimensi dua, termasuk lingkaran, nah kita sama tahu kan luas lingkaran itu phi * jari2…

Bapak memberikan rumus keliling/diameter dan menyuruhku untuk menghitung semua keliling/diameter benda-benda tadi, dan menakjubkan, hasilnya berada di sekitar 3.14 wow! Ini tho asal mula konstanta phi, simple sih, mungkin kita yang baca sekarang akan komen ‘ah biasa itu’ tapi bagiku saat itu sangat spesial, karena di sekolah hanyalah diajarkan rumus, rumus dan rumus, tanpa mengetahui darimana asalnya? Terkesan gak penting sih emang, tahu darimana asalnya, dan bagaimana ceritanya sampek bisa menghasilkan rumus atau konstanta itu kebanyakan orang berfikir yang penting tahu bagaimana menggunakannya, tapi dengan kita tahu darimana asalnya, kita gak bakal lupa rumus itu sendiri, karena asal-usulnya tertancap kuat di memori, tidak sekedar rumus yang dihapalkan saja…

Bapakku, pahlawanku, aku ingin menjadi guru sebaik beliau, lebih baik kalau bisa, yang mengubah persepsi belajar menjadi hal yang menyenangkan untuk dilakukan, mengubah fisika yang penuh rumus bullshit *maaf* menjadi aplikatif, hehe, aku bisa nggak ya? Hee, practice make perfect, right? Tentu bapak mengalami banyak tahapan untuk menjadi guru yang baik, I’ll do it! 🙂

12 thoughts on “My dad my hero…

  1. Kalo mas Raka suka ngeliatin ayahnya kerja depan laptop, diperhatikan sebentar, minta diterangin terus langsung praktek. Hihihi..

    Tapi sayangnya, dia lebih menyenangi mobile device ketimbang perangkat besar model laptop gitu. Mungkin jamane wes ganti.

    Pekan depan kalo om nya pulang, mas Raka mau ngajarin om nya konsep networking :p

  2. Dulu aku suka mainan kayak gitu (huruf2an) sama adek perempuanku, lucu dia. sekarang sudah gedhe gak bisa diajak main lagi, untung sekarang punya lagi, hi..hi..hi.. yang baru ini tak kalah lucu 😛

  3. @fjr -> ni baru tahu kalo ada posting baru :p.
    @vhyn ->
    uwaah, bapakmu keren Vhyn 🙂
    Aku juga sayang ma Bapakku.
    He is the one who desire to accompany me patiently.. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s