Adil itu…

Di tengah hectic mengerjakan proposal thesis (lebay) tiba-tiba teringat ucapan bapak, sewaktu kita masih di Jakarta dulu, aku masih TK nol kecil… Masih teringat dengan jelas, saat itu mas sedang khitan, dan aku menanyakan pada bapak di ruang kerja bapak, apa nanti aku juga akan di khitan? Semua tertawa saat itu, namun aku masih ingin mendengar jawaban dari bapak, lalu bapak menjawab, wanita tidak di khitan, tetapi wanita melahirkan…

Sebenernya dulu informasi yang di dapatkan cuma itu saja, dan entah tiba2 ingatanku recall ke masa itu, dan melakukan relearning, bahwa itulah kodrat laki-laki dan wanita, adil tidak harus sama, laki-laki khitan, wanita melahirkan, sama-sama sakitnya, namun caranya berbeda, laki-laki mati syahid dengan melakukan jihad, wanita mati syahid bila ia meninggal saat melahirkan putra-putrinya ke dunia, subhanallah…

Letak keadilan Tuhan untuk umatnya, bukan dengan kesamaan gaji, kesamaan pangkat dan kesamaan martabat (walah PPKn ne metu) tapi dengan caranya sendiri, sesuai dengan kapasitas masing-masing, bahkan sejak masa manusia gua Neanderthal saja mereka sudah paham akan hakikat laki-laki dan perempuan. Manusia gua laki-laki pergi berburu dan membuatkan gua untuk wanita dan anak-anak mereka, manusia gua wanita memetik sayuran dan buah-buahan serta menjaga anak-anak mereka di gua, saling melengkapi, saling mendukung dan saling mengayomi untuk kehidupan selanjutnya yang lebih baik.

🙂

2 thoughts on “Adil itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s