Rumpun mata kuliah, pilihankah?

Assalamualaikum Wr. Wb.

Baru-baru ini saya mengalami penyesalan yang amat sangat, mengapa? Karena dulu sewaktu kuliah S1 saya tidak memanfaatkan dengan sebaik-baiknya 😥 begini ceritanya…

Pada perkuliahan semester 2 ini, saya mendapatkan mata kuliah Strategi dan Kebijakan SI/TI alias PSSI di S1 dulu, sedangkan dulu saya mengambil rumpun mata kuliah DSS atau SPK, sehingga saya tidak mengambil mata kuliah PSSI yang masuk dalam rumpun mata kuliah PPSI… Dan walhasil, target pembelajaran mata kuliah ini sama sekali tidak tercapai, dan saya sangat sedih, mengapa dulu waktu S1 saya tidak mengambil mata kuliah yang beragam ya, hanya fokus pada satu rumpun saja…

Dulu banyak sekali saya dengar, rumpun mata kuliah PPSI ini tempat pelarian bagi teman2 yang tidak mau ngoding *bukan tidak bisa* dan tidak mau berurusan dengan pemodelan atau rumus, dulu alasan saya tidak memilih PPSI ialah karena saya tidak suka dengan sesuatu yang relatif dan subjektif kebenarannya, saya suka angka-angka, daripada huruf-huruf 😀 saya sendiri, lebih suka DSS yang matematis dan logis, saya sebenarnya juga suka dengan rumpun mata kuliah E-Bis sebagai pemanfaatan Teknologi Informasi untuk bisnis, hehe tapi tampaknya DSS lebih menyilaukan mata dan charming untuk dipilih 😀

Tapi kini saya sadar, bahwa harusnya kita sebagai mahasiswa tidak terkotak-kotak dalam rumpun mata  kuliah, mau pilih A, pilih B dan pilih C, itu kan tergantung TA kita nantinya apa, bukan karena A tidak cocok dengan saya, B tidak digunakan dalam dunia kerja, C bukan bidang saya *seperti yang dulu saya pikirkan*, kembali ke quote awal bahwa tidak aka nada ilmu yang sia-sia untuk dipelajari, lalu mengapa kita harus membatasi diri dengan hal yang sifatnya administratif? Klo TA saya A, bukan berarti saya tidak boleh mengambil mata kuliah B kan? Boleh-boleh saja kok, orang produk yang kita jual ini ilmu, mosok ya mau pilih-pilih ilmu apa yang boleh dibeli ato gak, semua boleh dibeli kok *dengan membayar SPP dan konsekuensinya tentunya 😉 *…

Dan toh akhirnya pada dunia nyata kerja nanti kita juga harus mempelajari banyak ilmu baru lalu mengapa sekarang kita harus takut untuk belajar hal baru sekalipun itu diluar kemampuan kita? Jadi, manfaatkan sebaik mungkin status anda yang masih mahasiswa, untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya di perguruan tinggi kita masing-masing, jangan terkotak-kotak oleh suatu hal yang bersifat administratif, percayalah bahwa ilmu tak akan pernah berakhir dengan sia-sia 🙂

Semangaatt!!

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Advertisements

6 thoughts on “Rumpun mata kuliah, pilihankah?

  1. still need time to rearrange those statements…

    kadang hidup berlari terlalu cepat sehingga kita tidak sempat menyadari ada yang tertinggal 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s