Abroad atau Katak dalam tempurung?

Assalamualaikum Wr. Wb

Saya mempunyai seorang teman, dia sangat optimis, visionary, and have a good motivation… dia selalu ingin belajar, belajar dan belajar… setiap hari ia selalu mengatakan bahwa dirinya optimis akan keterima di sebuah perguruan tinggi di luar negeri sana untuk melanjutkan studinya, saya suka dengan semangatnya tersebut…

Hanya ada satu hal yang membuat saya agak risih, mengapa harus di luar negeri? Apa berarti yang sekolah di dalam negeri kualitasnya tidak bagus?

IMHO, dengan sekolah di luar negeri, tentu saja kita mendapatkan banyak hal yang bermanfaat, seperti bertemu dengan orang baru, kebudayaan baru, pemikiran baru, dan akan membawa perubahan pada diri kita, dan semoga saja perubahan yang baik. Dan hal hal tersebut mungkin saja tidak di dapatkan di Indonesia, dengan kultur dan kebudayaannya sudah sama kita kenali sejak lahir…

IMHO, dengan sekolah di dalam negeri, kita juga dapat melakukan hal yang sama, diajar sama professor keluaran abroad juga, palingan yang beda media pembelajarannya, sama bahasa pengantarnya, lah kalo semua orang pinter pada keluar negeri buat sekolah, tinggal yang gak pinter seperti saya dong yang sekolah di dalam negeri… hehehe…

IMHO, sekolah dimana saja, dalam atau luar negeri sama saja, tergantung dari  kita nya, mau pilih yang mana setelah ditimbang plus minus nya, di luar negeri juga bagus, di dalam negeri juga bagus, asal kita bisa memaknai setiap pembelajaran yang kita dapatkan dimanapun, letak geografis tak akan menjadi variable yang berpengaruh…

*I say my opinion with confidence interval 99%* 😀

Need a comment…

Wassalamualaikum Wr. Wb

11 thoughts on “Abroad atau Katak dalam tempurung?

  1. yang membuat beda itu bukan sekolahe kok Vin, tapi kitanya. Kalo menggebu ke luar negeri hanya berniat gengsi ya percuma. Di luar negeri kita bisa dapat sesuatu yang tidak pernah ada di indonesia. misal teknik ngajar ato apa lah, nanti kita bisa coba2 di tempat kita bekerja, liat aja pak cik, teknik ngajare mengagumkan. Selain pak cik yang cerdas, juga dipengaruhi budaya malay yang notabene ngikut inggris, begitu gak sih?

    in my humble bad thought

    • iyap, setuju mas faisal, sama kata2nya mas faisal bahwa “yang membuat beda itu bukan sekolahe, tapi kitanya” two thumbs up! 😀

      Dapet dari google mas (goodluck)

  2. Aku coba melihat bukan dari sisi pembelajaran di kampusnya ya vhyn..

    CMIIW, klo di luar negeri pastinya lebih banyak dapat pelajaran “ekstrakurikuler”

    belajar jadi minoritas, belajar ngatur waktu sholat, belajar survive dengan duit beasiswa yang nipis, belajar bahasa, bagaimana deal with culture shock/homesick/diskriminasi

    isnt it ? 🙂

    • lah emang aku diatas menyebutkan pembelajaran dari kampusnya ki? “bertemu dengan orang baru, kebudayaan baru, pemikiran baru…”?

      dan pembelajaran tidak hanya di kampus kan? 🙂

      Yep, I second with you 😉

  3. klo menurut i sih, beda sekolah luar n dlm negri tu mslh qt mungkin lbh cpt dpt ilmu2 baru klo d luar, bkn brarti dr d dlm negri tdk. tp ilmu2 baru tu bs cpt qt dpt klo qt sendiri mau mencarix d luar kampus, spt dr internet, buku, dll meski qt kuliah d dlm negri. n i stuju ama komenx faizal n kiki. tp tdk komenx fajar, hihihihihihihihi

  4. Aku dadi eling nasihat Imam Syafii sing tak temukno nang novel 5 menara:

    “Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
    Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
    Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
    Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

    Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
    Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

    Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
    Anak panah jika tak tinggalkan busur tidak akan kena sasaran

    Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
    Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

    Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
    Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
    Jika didalam hutan”

    Yo opo Pin? 😀

    • setuju gung, lagian sekolah di manapun kan tetep bagus…

      “… di luar negeri juga bagus, di dalam negeri juga bagus, asal kita bisa memaknai setiap pembelajaran yang kita dapatkan dimanapun …”

      yang gak bagus ialah, yang gak bisa mengambil pelajaran dimanapun dia berada 🙂
      sehingga harus tergantung letak geografis untuk mengambil pelajaran 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s